Pendidikan di Australia makin Diminati

 

 

Oleh Rasno

 

            Duta besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmers membuka kesempatan bagi para postgraduate yang ingin melanjutkan karir dan pendidikannya di Australia. Kedutaan besar Australia pun menyediakan berbagai sarana informasi mengenai studi di Australia. Informasi itu berupa workshop untuk para postgraduate yang dilaksanakan pada Sabtu, 30 Agustus 2008 lalu di Hotel Four Seasons Jakarta.

 

Informasi-informasi yang dibutuhkan calon mahasiswa atau par apeserat workshop cukup membantu. Selain diberi booklet, peserta jug amndapatkan brosur yang sangat lengkap. Mulai dari sistem pendidikan, kurikulum, biaya pendidiakn, hingga biaya hidup selama menempuh pendidikan di Australia.

 

Workshop diikuti sekitar 500 peserta yang mayoritas telah berkarir dan masih kuliah pada semester akhir di Indonesia. Jumlah peserta yang datang cukup banyak, meskipun pendaftar yang telah mendaftarkan diri pada panitia sekitar 700 orang. acara yang dikemas dalam ”Advance Your Creer Study in Australia” tersebut menghadirkan beberapa pembicara yang juga alumni dari beberapa universitas di Australia. Salah satunya adalah Wimar Witoelar, alumni Deaken University Australia. Dalam kesempatan itu Wimar Witoelar memberiakan sedikit gambaran kuliah di Australia serta jurusan Ilmu Komuniasi yang ada di Universitas di Ausralia.

 

Kehadiran Wimar Witoelar sebagai pembicara yang juga alumni Deakin University menambah pengetahuan bagi para peserta. Berbagai pertanyaan pun dilontarkan para peserta. Muali dari Public Relations, Literacy, CSR hingga Social Public Relations.

 

Peserta yang datang tidak hanya dari kalangan mahasiswa yang sedang menempuh semester akhir,  tetapi juga mereka yang sudah berkarir di bidang sosial, NGO, perusahaan swasta dll. ”Ada sih beberapa anak SMA, mungkin karena ingin tahu saja.” kata Pinkan, ketua panitia workshop. Kehadiran mereka dalam workshop tentu mengindikasikan bahwa pendidikan di Australia banyak peminatnya. Terlebih, orang-orang yang telah lulus dari universitas di Australi telah menajadi orang yang cukup sukses. Rata-rata alumni dari Australia memangku jabatan yang cukup tinggi. Mulai dari konselor, konsultan hingga manajer perusahaan bonafit baik di luar negeri maupun di Indonesia.

 

Dari kegiatan-kegiatan workshop tersebut, tidak saja menambah pengetahuan mengenai pendidikan di Australia bagi para calon mahasiswa asal Indonesia. Tetapi juga menjadi bentuk kerjasama antarkedua belah pihak, Indonesia-Australia.

 

Tulisan ini asli dan bukan saduran dari media lain

Konfirmasi penulis: Kritik dan saran:

Ke: rasno.86@gmail.com atau di 085726417702

 

* * *

Leave a Reply